Bahaya Abu Vulkanik untuk Kesehatan

Material vulkanik, kendati berukuran kecil (misalnya debu dan abu vulkanik), sanggup mengakibatkan potensi bahaya bagi kesehatan. Di Indonesia khususnya, di mana terdapat 127 gunung api aktif, pengetahuan dan informasi bakal bahaya material vulkanik jadi makin penting. Abu atau debu vulkanik benar-benar beresiko bagi kesehatan pernapasan kecuali terhirup. Selain itu material hasil erupsi gunung api tersebut termasuk sanggup mengakibatkan persoalan bagi mata dan kulit manusia. Recomen : harga hajar jahanam

Seperti yang dikutip berasal dari Kompas, pakar kesehatan paru berasal dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr Agus Santoso, SpP, menyebutkan tersedia lebih dari satu aspek yang merubah seberapa besar efek debu vulkanik terhadap kesehatan. Faktor ini di antaranya konsentrasi partikel, jatah debu yang terhirup, serta situasi meteorologi.

 

Debu vulkanik yang halus dan berukuran benar-benar kecil, yakni kurang berasal dari 10 mikron, berpotensi mengganggu pernapasan. Bahkan, debu berukuran kurang berasal dari 5 mikron sanggup menembus saluran pernapasan anggota bawah atau organ paru-paru.

 

Dampak kesehatan yang terjadi akibat debu vulkanik sanggup berwujud akut maupun kronis. Efek akut sanggup terjadi sehabis terpapar oleh debu vulkanik di dalam saat singkat, tetapi efek kronik sanggup timbul sehabis terpapar material vulkanik di dalam jangka saat panjang, atau bertahun-tahun.

 

Efek Abu Letusan Gunung Api (Vulkanik) bagi Kesehatan

 

Berikut ini adalah lebih dari satu bahaya abu vulkanik bagi kesehatan yang harus anda waspadai:

 

Kesehatan Pernapasan

Menghirup debu vulkanik benar-benar beresiko bagi kesehatan pernapasan. Material debu yang masuk ke lewat saluran pernapasan sanggup mengakibatkan iritasi saluran pernapasan sampai infeksi, yang dikenal dengan arti ISPA (infeksi saluran pernapasan akut). Paparan debu vulkanik terhadap saluran pernapasan termasuk sanggup mengakibatkan efek akut terhadap penderita penyakit pernapasan seperti asma, bronkhitis dan enfisema (penyakit paru obstruktif kronik / PPOK).

 

 

Jika anda atau orang di dekat anda mengalami gejala tersebut, segera amankan ke daerah yang terbebas berasal dari paparan debu vulkanik untuk menahan efek yang lebih tidak baik terhadap pernapasan.

Mata

Tekstur debu atau abu vulkanik berlainan dengan debu biasa. Debu vulkanik punyai sudut kristal yang meruncing atau tajam, sehingga sanggup menggores dan mengakibatkan iritasi. Selain beresiko kecuali terhirup, debu tersebut termasuk sanggup mengakibatkan masalah terhadap mata. Selain mengakibatkan iritasi, debu vulkanik termasuk sanggup merusak susunan kornea terhadap mata.

 

 

Gunakan kaca mata untuk menjaga mata anda ketika harus berada terhadap daerah yang terpapar debu vulkanik. Jika debu masuk ke mata, jangan mengucek atau menggosok mata karena justru sanggup mengakibatkan goresan terhadap susunan kornea mata.

 

Kulit

Material vulkanik, yang memiliki kandungan zat-zat beresiko seperti gas CO, H2S, SO2, termasuk sanggup mengakibatkan masalah terhadap kulit. Walaupun kasusnya lumayan jarang dan lebih kerap terjadi terhadap orang dengan type kulit sensitif. Efek tidak baik yang terjadi pun biasanya berwujud ringan, berwujud iritasi dan kemerahan terhadap kulit yang terpapar, tetapi lumayan mengakibatkan penderitanya tidak nyaman.

 

Mencegah Bahaya Kesehatan oleh Abu Vulkanik

 

Untuk menahan terjadinya efek tidak baik bagi kesehatan yang disebabkan oleh material vulkanik, terlebih debu dan abu vulkanik, gunakanlah masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung. Ini dikerjakan sebagai langkah meminimalisir paparan debu dan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.

 

Terlebih bagi mereka yang punyai riwayat masalah pernapasan seperti asma atau sakit paru, pemakaian masker benar-benar diutamakan, dan segeralah mengamankan diri ke daerah yang lumayan terhindar berasal dari paparan material vulkanik. Anak-anak dan lansia termasuk harus diutamakan untuk pakai masker pengaman.

 

Selain itu, pakai kaca mata untuk menjaga mata sehingga tidak terjadi iritasi dan masalah penglihatan. Menggunakan busana yang tertutup (celana panjang dan busana yang menutup seluruh lengan) termasuk direkomendasi untuk menahan masalah kulit yang sanggup disebabkan oleh debu dan abu vulkanik.