Berkunjung ke Rumah Teman di Surabaya

Liburan sekolah kali ini akan saya manfaatkan untuk berkunjung ke salah seorang sahabat saya yang telah pindah ke Surabaya. Perkenalkan nama saya Acep dan saat ini tinggal bersama dengan orang tua di Lembang, Bandung. Seperti yang banyak orang ketahui bahwa suasana di Lembang begitu dingin dan tidak dapat tidur malam jika tanpa selimut. Meskipun saya adalah orang asli Lembang namun tetap saya saya merasakan kedinginan di malam hari.

Oleh karena itu, saya sangat senang sekali untuk berkunjung ke Surabaya. Kota yang panas dan kabarnya memiliki tempat wisata keren yang memukau. Kenapa saya tahu Surabaya panas padahal belum pernah ke sana, ya… saya hanya menebaknya saja karena ada di dalam sebuah lirik lagu. Rasanya tidak mungkin jika sang pencipta lagu membuat lirik yang tidak sesuai dengan keadaannya. Misalnya di Surabaya yang dingin, wah pastinya akan ada banyak orang yang protes.

Singkat cerita kereta eksekutif Turangga telah mengantarkan saya ke Ibukota Provinsi Jawa Timur tersebut. Saya langsung dijemput oleh teman dan segera dibawa ke sebuah warung makan sederhana untuk sarapan.

Namanya adalah Soto Ayam. Uniknya, pada kuliner ini terdapat tambahan menu yang disebut dengan nama koya. Kata teman koya adalah kerupuk udah yang telah dihaluskan. Tambahan koya yang banyak ke dalam semangkuk soto ayam hangat semakin membuat saya begitu bersemangat untuk menghabiskan makanan tersebut. Ditambah lagi perut memang sangat lapar karena AC di kereta yang begitu dingin, wah kayaknya seperti di dalam kulkas kali ya hehehehe.

Setelah menyelesaikan menu sarapan tersebut, tanpa harus mandi teman saya langsung mengajak ke Kebun Binatang Surabaya. Wow… untungnya naik kereta eksekutif jadi pakaian tetap bersih tidak tersentuh oleh keringat. Di kebun binatang tersebut terdapat beragam koleksi yang memang menarik sebagai ajang untuk menambah wawasan dan juga hiburan. Akan tetapi sebenarnya yang saya paling suka adalah suasananya. Saya sangat senang dengan cuaca panas Surabaya.

Di Surabaya tidak perlu lari, hanya jalan beberapa puluh meter saja udah berkeringat. Makan pedas langsung meluncur keringat deras. Bahkan di dalam mobil yang ada AC-nya juga tetap saja berkeringat meskipun hanya sedikit. Ini yang membuat saya sangat senang sekali.

Setelah puas berkeliling di Kebun Binatang Surabaya, perjalanan dilanjutkan untuk menuju ke rumah teman. Sesampainya di sana saya langsung mandi dan ganti pakainan. Setelah menyantap menu makan siang yaitu gurami asam manis, ibadah, sayapun lanjut untuk tidur siang.

Tidak terasa udah jam 4 pagi, setelah mandi dan ibadah, maka saya diajak teman dengan mengendarai motor menuju ke Pantai Kenjeran. Hmmmm…. tidak dapat saya tolak. Sesampainya di sana saya cukup terkejut karena ada arena untuk balap motor. Wow…. keren… Langsung saja saya menonton aksi pembalap-pembalap Surabaya yang memang jago pada saat memacu sang kuda besi. Dengan ditemani oleh sebungkus kacang kulit, acara menonton balapan tersebut menjadi lebih menyenangkan.