Depresi atau Kesedihan Belaka? Cari Tahu Gejala-Gejala Depresi!

 

Merasa sedih atau sendu sesekali itu wajar, tetapi apabila seseorang benar-benar kerap kecil hati hingga depresi, itu baru tidak wajar. Kesedihan biasa dapat berlalu bersama sendirinya, sebaliknya, depresi merupakan situasi yang lebih betul-betul dan susah dipulihkan. Kabar baiknya, depresi senantiasa bisa disembuhkan dan ada banyak bantuan bagi penderitanya. Namun sebelum saat pilih bantuan terbaik, ada baiknya Anda memastikan gejala-gejala depresi.

 

Bagaimana Caranya Mendiagnosis Depresi?

Berdasarkan web site kebugaran Mayo Clinic, depresi kerap tidak terdiagnosis. Apabila Anda menduga diri Anda mulai merasakan gejala depresi segeralah temui dokter. Dengan begitu Anda bisa mobilisasi kontrol medis untuk memastikan situasi sekaligus menopang Anda menangani masalahnya. Berikut adalah sejumlah kontrol medis yang barangkali dikerjakan oleh dokter:

 

Kuesioner: Selama kunjungan medis yang rutin, dokter barangkali dapat menanyakan tentang perasaan serta situasi hati Anda akhir-akhir ini. Mungkin juga ia menghendaki Anda isikan kuesioner atau daftar pertanyaan singkat. Semua hal ini membantunya mengidentifikasi gejala-gejala yang Anda rasakan.

 

Pemeriksaan Fisik: Dokter biasanya memeriksa detak jantung, tekanan darah, dan gejala penting kehidupan lain.

 

Tes Laboratorium: Suatu tes darah yang disebut “complete blood count” dan tes tiroid dikerjakan untuk memandang apakah terdapat situasi medis lain. Kondisi kebugaran umpama gangguan tiroid bisa mengundang gejala yang mirip bersama depresi.

 

Tes Psikologi: Mungkin dokter dapat merujuk ke seorang psikolog atau pakar kebugaran mental lain yang bisa melakukan evaluasi psikologis lebih rinci. Evaluasi demikian bisa menopang mengidentifikasi perasaan, pikiran, pola perilaku, atau gejala lain dari depresi.

 

Apa Saja Gejala-Gejala Depresi?

Dalam proses mendiagnosis depresi, seorang pakar medis barangkali lebih dulu memastikan bahwa Anda punya beragam gejala yang dijelaskan dalam buku petunjuk medis yang disebut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

 

Ada memadai banyak gejala depresi. Anda bisa jadi mengalami depresi apabila punya setidaknya lima dari pada gejala-gejala di bawah ini selama 2 minggu terakhir.

 

Kurang nikmati atau tidak mulai senang selama kegiatan-kegiatan nyaris tiap-tiap hari dalam seminggu.

Terus mulai tertekan atau situasi hati cenderung sendu selama hari.

Kurang tidur atau sebaliknya berlebihan tidur.

Selalu mulai letih dan tidak cukup bertenaga nyaris tiap-tiap hari.

Sangat gelisah serta lambat bertindak.

Berat badan menyusut padahal tidak diet atau berat badan bertambah, dan pergantian nafsu makan.

Terus mulai bersalah atau mulai tidak bernilai nyaris tiap-tiap hari.

Berulang kali berpikir atau coba untuk bunuh diri.

Diagnosis pada depresi biasanya ditetapkan hanya terkecuali salah satu gejala yang Anda alami mengenai bersama perasaan muram, kehilangan minat atau kemampuan untuk mulai senang dan senang yang udah berkepanjangan atau kronis.

 

Jika Anda mempelajari perbedaan pada depresi bersama perasaan sedih yang biasa dialami tiap-tiap orang, Anda dapat semakin yakin memutuskan apakah yang dialami adalah gejala depresi dan harus bantuan atau tidak. Jangan pendam penderitaan seorang diri. Carilah bantuan mulai dari anggota keluarga atau orang terdekat yang bisa dipercayai. Kemudian bicarakan bersama dokter atau pakar kebugaran mental lain supaya kasus Anda bisa cepat diatasi.